Sabtu, 31 Oktober 2015

Kapolda Metro: 20 Orang Diamankan Setelah Unjuk Rasa Buruh di Depan Istana

Kapolda Metro: 20 Orang Diamankan Setelah Unjuk Rasa Buruh di Depan Istana Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Pihak kepolisian terpaksa menembakan gas air mata untuk membubarkan massa buruh yang berdemo di depan Istana Merdeka. Sebanyak 20 orang diamankan karena melawan petugas.

"Ada (yang diamankan), kalau tidak salah 20-an (orang), belum tahu pasti. Sementara sedang ditangani reserse. Nanti ada proses hukum ke mereka," ungkap Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian usai menyisir keberadaan buruh di depan Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakpus, Jumat (30/10/2015) malam.

Sejumlah buruh yang diamankan tersebut, kata Tito, masih belum diketahui apakah provokator atau bukan. Saat ini mereka sedang menjalani pemeriksaan dan jika terbukti melakukan tindakan yang melawan hukum, maka mereka akan dipidanakan.

"Kalau memang bisa dibuktikan melawan petugas, kita kenakan pidana. Tapi kalau tidak penuhi unsur, 24 jam kita akan lepaskan," kata Tito.

Selain mengamankan sekitar 20 orang tersebut, pihak kepolisian juga menyita mobil komando yang milik buruh. Tito pun menyayangkan tindakan massa buruh yang dinilainya tidak kooperatif dalam melakukan unjuk rasa sehingga memaksa Polri untuk menembakan gas air mata.

"Dilakukan upaya tindakan, penyitaan mobil pengeras suara. Sekali lagi saya sayangkan unjuk rasa, harusnya tidak ada konflik. Jika teman-teman indahkan UU yang sudah ada. Kalau keberatan dengan cara elegan," tuturnya.

"Kami jalankan perintah, kita lakukan somasi 3x dari jam 18.00 WIB setelah salat. Somasi 3 kali oleh kapolres untuk bubarkan, tapi mereka tidak ingin, sebagian bubar, sebagian tidak, paksa bertahan, otomatis ganggu publik. Akhirnya kita lakukan langkah-langkah sesuai tata aturan berlaku dengan peringatan, penyemprotan water cannon, tidak juga (bubar), akhirnya kita lakukan dengan gas air mata," sambung Tito.

Untuk membubarkan massa, menurut Tito ada 11.000 personel gabungan yang dikerahkan. Namun ia bersyukur tidak ada yang terluka meski pembubaran massa harus dengan pemaksaan. Tito pun memastikan saat ini kondisi sudah kondusif.

"Kami bersyukur kedua belah pihak sampai saat ini tidak ada korban. Kita minta masyarakat tenang, semua situasi sangat terkendali, jalan lancar, tidak ada korban dari petugas dan demonstran," ucap Tito.

Para massa buruh ini pun menurut Tito dikawal oleh pihak kepolisian saat hendak kembali ke lokasi tujuan masing-masing. Mereka diawasi di sepanjang jalan untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan.

"Mereka diawasi dan dikawal, sebetulnya sudah dikawal dari polres masing-masing. Saat kembali, sebagian awasi mereka, terutama dari (polisi) lalu lintas dan sabhara yang kawal. (Titik yang diawasi) banyak sekali, terutama semua pintu tol," tukas Tito.

Sementara itu menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol M Iqbal, sejumlah buruh diamankan karena melakukan upaya kekerasan. Ia membantah kepolisian melakukan penangkapan dan atau melakukan tindakan sewenang-sewenang.

"Ya memang ada beberapa yang diamankan. Tapi kita tidak tangkap, mereka diamankan karena berbuat tindakan anarkis," terang Iqbal saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (30/10) malam.
(elz/dhn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar