SALAH ? LAWAN !
Tapi,
Tapi,
Tapi,
Sekali lagi TAPI!
di depan istananya, semalam ribuan buruh berkumpul, berdemo menuntut Presiden mencabut PP 78/2015 tentang upah murah yang akan menyengsarakan buruhnya karena penuh rekayasa dan sarat dengan bau busuk kepentingan pemodal.
Gak ada yang salah dengan foto ini,
Kita hanya bertanya saja, kenapa dia tidak mendengar teriakan lapar mulut-mulut buruh dan kemudian mendiamkan aparatnya melakukan pemukulan, perusakan, represi dan berbagai amuk pada massa aksi, diantaranya buruh perempuan.
Gak ada yang salah denganmu,
Tapi caramu merespon amuk polisi itu yang lambat, super lambat dan sangat lambat. Sebab, upah adalah benteng terakhir buruh dalam hidupnya, itupun kau rampas.
Bagi para pengidola buta Presiden,
ini bukan masalah salah atau benar dengan foto ini, tapi tentang bagaimana seorang Presiden melihat dengan serius tentang kejadian di depan istananya. Dan kepada siapa dia berpihak.
maka saksikan :
BURUH AKAN MENERUSKAN AMARAHNYA
MENERUSKAN AMUK BARA APINYA
MELUMAT SIAPAPUN YANG SUDAH MELUKAINYA
TAK PEDULI, ITU POLISI ATAU PREMAN BERSERAGAM POLISI
TNI ATAU BUKAN TNI......
BURUH TIDAK AKAN PERNAH MENGEMIS PADA PRESIDEN,
BURUH, ADALAH MANUSIA TERHORMAT SEBAB DIA BEKERJA DAN MENGHASILKAN KARYA UNTUK PERADABAN. JUSTRU, YANG MELUKAI BURUH ITULAH YANG AKAN KEHILANGAN KEHORMATANNYA KELAK, CEPAT ATAU LAMBAT!
LAWAN!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar